5 Sequel Game Yang Tidak Sebagus Game Pertamanya – tidak semua hal akan sukses mengikuti karya pertamanya

Apakah kamu tahu seberapa besar tekanan yang pengembang game milki apabila game pertamanya sukses namun mereka harus membuat kelanjutan dari game itu dan mengikuti ekspektasi fans yang sangat tinggi? Tentunya tekanan tersebut sangat besar. Kira-kira  sequal game apa saja kah yang tidak sesukses game pertamanya? Mari kita lihat bersama-sama.

5 Sequel Game Yang Tidak Sebagus Game Pertamanya

1. Assassin’s Creed III (30 Oktober 2012)

Assassin’s Creed memiliki tempat yang sulit untuk disinggahi di hati para gamer yang merupakan fans fanatik seri game ini. Awalnya game ini memiliki kesan cukup ambisius karena kamu akan bermain sebagai ayah dari karakter utama, tapi seiring berjalannya waktu, game ini banyak menunjukkan kecacatannya. Misalnya, sistem stealth yang tidak konsisten, AI yang lemah, dan desain misi yang tidak fleksibel.

2. Bioshock 2  (9 Februari 2010)

Game Bioshock yang pertama dianggap sebagai salah satu game klasik yang tentunya memiliki tempat spesial di hati para gamer. Setting dan latar belakang tempat game nya, karakter, dan masih banyak aspek lainnya yang sangat unik. Meskipun game Bioshock 2 memiliki beberapa peningkatan dari game pertamanya, akan tetapi Bioshock 2 tetap tidak bisa memenuhi ekspektasi para gamer untuk bisa menjadi lebih baik dari game pertamanya.

Karena Bioshock 2 memilih untuk setting tempat yang sama, yaitu The Rapture, alhasil gamer pun merasa tidak ada nuansa baru yang ditawarkan dari game ini.

3. Crackdown 2  (6 Juli 2010)

Buat kalian para pemilik konsol Xbox 360, pasti Crackdown menjadi game yang melengkapi koleksi kamu. Di game ini kamu bisa melompat tinggi, memanjat gedung-gedung pencakar langit, melempar mobil ke musuh, dan masih banyak lagi. Dalam game Crackdown 2, studio pengembang pun berubah, dari yang sebelumnya ditangani oleh Realtime Worlds kemudian menjadi Ruffian Games.

Meskpipun nampakanya tidak ada yang salah dengan pergantian studio pengembang, tetapi terlihat bahwa Ruffian Games terlalu sibuk untuk menciptakan ulang dunia seperti game pertamanya, dan alhasil game ini pun tidak memiliki inovasi.

4. Crysis 2  (22 Maret 2011)

Sejarah sepertinya mencatat game Crysis yang pertama sebagai puncak dari PC benchmark, karena detail grafik yang begitu mengagumkan. Dengan banyaknya senjata yang bisa kamu pilih, serta kemampuan dari armor nanosuit yang kamu miliki, maka game Crysis pun menjadi game yang sangat seru untuk dimainkan.

Bagaimana dengan Crysis 2? Kita sama-sama tahu bahwa game pertamanya memiliki setting tempat di suatu pulau yang dimana hutan belantara menjadi tempat bertarung kamu. Dalam Crysis 2, setting tempat berubah menjadi area perkotaan di New York. Memang sepertinya terdengar bagus karena mengambil setting yang berbeda, namun, harga yang harus dibayar adalah aksi yang kamu lakukan di game ini terasa lebih linear. Atau dalam kata lain pilihan combat yang karakter miliki menjadi lebih sedikit.

5. Dragon Age 2  (8 Maret 2011)

Pengembang game RPG Bioware sudah menjadi pengembang yang memiliki nama besar di industri video game. Karya-karya mereka seperti Star Wars: Knights of the Old Republic serta seri Mass Effect menjadi primadona mereka. Pada tahun 2009, dirilis lah game pertama dari Dragon Age. Game tersebut menjadi salah satu game RPG terbaik di masanya.

2 tahun kemudian, Dragon Age 2 pun dirilis. Salah satu fitur yang menarik dari game ini adalah kamu bisa meng-import save data kamu dari game pertamanya, sehingga memungkinkan untuk melanjutkan cerita berdasarkan dari keputusan-keputusan yang kamu ambil dari game pertama. Namun, masalahnya adalah game Dragon Age 2 fokus kepada pengembangan karakter baru bernama Hawke. Jadi, koneksi player dengan karakter game serta cerita dari game sebelumnya menjadi agak percuma.